Menu Utama
Login Form
Struktur Pengurus NW
- Details
- Created on Monday, 30 January 2012 10:52
Sebagai organisasi kemasyarakatan, Nahdlatul Wathan mempunyai struktur kepengurusan yang cukup rapi dari tingkat tertinggi sampai yang terendah. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah berjalannya kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi. Adapun kepengurusan Organisasi Nahdlatul Wathan sebagai berikut :
Sejarah Perpindahan Pusat NW
- Details
- Created on Monday, 30 January 2012 11:06
Perpindahan Pusat Nahdlatul Wathan terjadi karena pada Muktamar ke-10 Ummi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid terpilih menjadi Ketua Umum PBNW. Sebagian orang Pancor tidak setuju dengan keputusan Muktamar tersebut. Mereka beralasan bahwa wanita tidak boleh menjadi pemimpin organisasi. Padahal dalam Mazhab Syafi’I tidak ada larangan bagi wanita untuk menjadi pemimpin organisasi. Maulana Syaikh sendiri selaku pendiri Nahdlatul Wathan merestui wanita menjadi pemimpin. Beliaulah yang mengangkat Hj.Sitti Rauhun menjadi Kepala Madrasah Tsanawiyah Mu’allimat NW Pancor.
Sejarah Pendidikan KH.M. Zainuddin Abdul Madjid
- Details
- Created on Monday, 30 January 2012 10:35
Sejak umur 5 Tahun TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sudah mulai belajar membaca Al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama dari ayahnya dan pada umur 8 tahun beliau masuk Sekolah Rakyat 4 tahun di Selong. Sekolah Rakyat adalah sejenis SD yang sekarang. Setelah empat tahun kemudian beliau menamatkan Sekolah Rakyat dengan nilai yang bagus. Beliau juga belajar Nahwu, Sharaf,dan Ilmu-ilmu Keislaman lainnya pada TGH. Syarafuddin Pancor dan TGH.Abdullah bi Amak Dulaji Kelayu.
Respon Masyarakat Terhadap NW
- Details
- Created on Monday, 30 January 2012 10:29
Kemajuan yang dicapai oleh pesantren ini menyulut kemarahan orang-orang yang hasad dan takut kehilangan pengaruh. Mereka menyebarkan berbagai fitnah sehingga tidak sedikit wali santri yang mencabut anaknya sehingga santri Pesantren Al- Mujahidin tinggal 50 orang. Bahkan ssudah beliau berencana dan bertekad untuk mendirikan madrasah sebagai kelanjutan Pesantren Al-Mujahidin para pemuka Desa Pancor memberhentikan beliau sebagai imam dan Khatib dimasjid Pancor sehingga terpaksalah beliau jum’atan ke Labuhan Haji selama kurang lebih 3 tahun.
Pusat Nahdlatul Wathan
- Details
- Created on Monday, 30 January 2012 11:04
“Pusat” mengandung dua pengertian, yakni pusat dalam pengertian kedudukan PBNW dan pusat dalam pengertian tempat utama kegiatan Organisasi Nahdlatul Wathan.
Adapun pusat Nahdlatul Wathan dalam arti kedudukan PBNW sejak didirikan tahun 1953 sampai Muktamar ke-10 tanggal 26 juli 1998 berkedudukan di Pancor. Namun setelah Muktamar Nahdlatul Wathan yang ke-10, pusat Nahdlatul Wathan dalam arti tempat kedudukan PBNW adalah di Mataram ( Ibukota Propinsi NTB ) dan Jakarta ( Ibukota Negara ). Hal ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Wathan hasil Muktamar ke-10 di Praya Lombok Tengah.