PBB-PKS Resmi Berkoalisi Usung Tuan Guru Bajang |
| Posted by admin2 (admin2) on Dec 03 2007 at 11:24 AM |
Seperti telah diduga sebelumnya, DPW PBB NTB dan DPW PKS NTB, akhirnya resmi mengumumkan koalisi yang telah mereka sepakati. Koalisi ini akan mengusung TGKH. M. Zainul Majdi, MA (Tuan Guru Bajang) yang merupakan Bacagub dari PBB. Sementara, Bacawagub yang mendampingi Bajang akan ditentukan oleh PKS, setelah mendengar saran dan pendapat dari Bajang selaku Bacagub.
Deklarasi koalisi PBB-PKS untuk mengusung Bajang itu berlangsung di Hotel Lombok Raya, Minggu (2/12) kemarin. Para petinggi kedua partai juga hadir dalam deklarasi koalisi pertama dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) NTB tersebut.
Para petinggi dari kedua partai yang hadir antara lain, Ketua DPW PBB NTB, H. Ma’arip, SE, MM, beserta Sekretaris DPW PBB NTB, Ikhsan Gemala Putra. Dari pihak PKS, ada Ketua DPW PKS NTB, H. Musleh Kholil, S.IP, Sekretaris Umum DPW PKS NTB, Erwin Sudarman, ST, Sekretaris TOM DPW PKS NTB, Suryadi Jaya Purnama, ST beserta Johan Rosihan.
‘’DPW PBB dan DPW PKS NTB bersepakat berkoalisi dalam mencalonkan dan atau mengusung pasangan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur pada Pilkada NTB tahun 2008,†tegas Ketua DPW PBB NTB, H. Ma’arip, SE, MM, saat membacakan press release tentang koalisi ini dihadapan wartawan.
Ma’arip juga membacakan komposisi bakal calon yang akan diusung kedua partai yang berkoalisi ini. Ia mengatakan, Bakal Calon Gubernur adalah dari PBB, atas nama TGKH. M. Zainul Majdi, MA, sebagaimana telah ditetapkan dengan keputusan DPW PBB NTB dan telah mendapat pengukuhan dari DPP PBB.
Sementara, Bakal Calon Wakil Gubernur akan ditentukan oleh PKS setelah mendengar saran dan pendapat dari Bakal Calon Wakil Gubernur (Bajang) dalam pengambilan keputusan. Ditambahkannya, nama pasangan bakal calon sebagaimana tersebut diatas, akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama DPW PBB NTB dan DPW PKS NTB yang lebih lanjut diproses secara resmi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Usai pembacaan press release yang berisi point-point kesepakatan koalisi itu, Ma’arip dan Muslih langsung menandatangani press release tersebut serta membubuhkan stempel partai. Proses pendandatanganan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi pemotretan untuk mengabadikan momen-momen yang menentukan bagi kedua partai ini.
Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Muslih menegaskan bahwa Januari akan menjadi batas akhir finalisasi penetapan pasangan calon yang akan diusung PKS dan PBB. ‘’Januari adalah batas terakhir. Karena setelah Februari kita harus mendaftar. Kan, jadwal KPU, Februari mendaftar,’’ ucapnya.
Menurut Suryadi, nama-nama figur Bacagub yang kemungkinan akan diusung masih seputar nama-nama yang sebelumnya sudah disampaikan. ‘’Hanya saja, ada tambahan beberapa nama baru seperti Sabirin Bakri, dan lain-lain,’’ tandasnya.
Suryadi menambahkan bahwa dalam pembicaraan berikutnya kedua belah pihak mungkin juga akan menyingung koalisi di tingkat kabupaten/kota, terutama di Kabupaten Lombok Timur dan Kota Bima yang menggelar Pilkada berbarengan dengan Pemilu di tingkat Propinsi NTB. ‘’Yang jelas pada pembicaraan berikutnya, kita mungkin ke arah itu,’’ ujar Suryadi. ‘’Cuma sekarang, kita fokus ke yang ada saja dulu,’’ ujar Johan menambahkan.
Mengenai rencana koalisi besar yang melibatkan PBB dengan PPP, PKB dan PAN, Ma’arip mengatakan bahwa pihaknya sudah ‘sowan’ dengan Ketua DPW PPP, H. M. Izzul Islam, untuk mengkomunikasikan kesepakatan final yang telah dicapai dengan PKS. ‘’Dan tetap kita berharap bahwa partai-partai lain mengusung koalisi ini,’’ harapnya. (aan)
Sumber: http://www.suarantb.com/2007/12/03/wilayah/Mataram/xdetil7.htm
