Soal Pilihan Cagub Uang tak Mampu Beli Idealisme Warga NW |
| Posted by admin2 (admin2) on Oct 22 2007 at 12:58 PM |
| Home >> Press Release |
updated: Senin 22/10/07 |
Kecuali kebangkitan dan pergerakan dalam bidang keagamaan, Nahdlatul Wathan (NW) juga berkepentingan untuk membangun pergerakan kebangsaan. Dalam konteks ini, warga NW harus tetap berikhtiar untuk terus menerus mengubah diri dan masyarakat ke arah yang lebih baik. Warga NW harus menjadi yang terdepan untuk perubahan dimaksud. Ketua Umum PBNW, TGKH Muhammad Zainul Majdi, M.A. mengungkapkan hal itu dalam pengajian silaturahmi pendidikan di aula komplek Pondok Pesantren Darunnahdlatain (PPD) NW Pancor, Minggu (21/10) kemarin. Terhadap pembangunan keagamaan yang diajarkan sesepuh pendiri NWDI dan NBDI, almagfurullahu TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid, tak hanya sekadar pembangunan akidah dan syariat, tetapi juga hukumah (menyangkut bidang pemerintahan). ‘’Karena itu saat nanti warga NW dihadapkan kepada pilihan calon gubernur NTB, maka warga NW jangan sekali- kali tergoda oleh uang puluhan ribu rupiah,†ujarnya di hadapan puluhan ribu warga NW tersebut. Uang tidak sepenuhnya dapat membeli idealisme warga NW. ‘’Kader NW sendiri sering diimingimingi uang Rp 5 milyar sampai Rp 10 milyar agar tidak maju sebagai calon gubernur, akan dibangunkan sekolahsekolah. Tetapi kita tidak dapat melayani hal itu. Kita ingin warga NW menjadi yang terdepan untuk berikhtiar membawa perubahan ke arah yang lebih baik,†kata Tuan Guru Bajang. Selain trik-trik politik agar kader NW tak maju sebagai calon gubernur, kata Zainul Majdi, NW pun tidak terlepas dari beragam sasaran politik yang keji. Selain politik uang yang tadi, beberapa strategi yang digunakan yakni melempar isu bahwa dengan NW ikut berpolitik, maka sebenarnya NW telah ke luar dari khittah. ‘’NW tidak pernah ke luar dari khittah. NW bahkan terus-menerus melakukan pergerakan kebangsaan, justru sebagai bukti bahwa NW tegakkan khittahnya,†paparnya. Trik lainnya lagi, yakni dengan melempar isu penghadangan pencalonan Tuan Guru Bajang melalui Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai calon gubernur (cagub) NTB. Padahal, sesuai surat keputusan DPP PBB bernomor SK.PP/638/2007 tertanggal 28 Februari 2007 yang ditandatangani Ketua Umum DPP PBB H.M.S. Kaban, S.E., M.Si dan Sekjen Drs. H. Sahar L.Hassan, menetapkan Tuan Guru Bajang K.H. Muhammad Zainul Majdi, M.A. sebagai cagub NTB mewakili PBB. Hingga saat ini DPP PBB tidak menetapkan nama lain selain Tuan Guru Bajang. Kalau kemudian ada isu lain, misalnya rencana kocok ulang nama-nama cagub, Zainul Majdi minta kepada warga NW untuk tidak lekas percaya. ‘’Jangan percaya provokasi-provokasi yang bisa menyesatkan warga NW,†pesannya. Baginya, hal itu juga menjadi salah satu cara pihak-pihak tertentu untuk berusaha merubah keyakinan warga NW. Pada hakikatnya, bagi Tuan Guru Bajang, dirinya tidaklah termasuk di antara banyak oknum yang demikian berambisi memegang kekuasaan. ‘’Niat saya hanyalah untuk ishlahul ummah,†ucapnya, yakni menyatukan umat yang berbeda satu dengan lainnya menjadi satu kesatuan dalam visi dan persepsi yang berikhtiar menjadikan hidup lebih baik di masa mendatang. Mereka yang teramat berambisi menjadi pejabat biasanya akan gelap mata, dan akan sangat terbebani dengan ambisinya sendiri. Acara silaturahmi pendidikan di PPD NW Pancor juga ditandai dengan pembacaan SK DPP PBB yang menetapkan Tuan Guru Bajang K.H.M. Zainul Majdi, M.A. sebagai satu-satunya cagub NTB dari PBB, yang mana Tuan Guru Bajang ditetapkan melalui mekanisme partai dan telah sesuai pula dengan AD/ART partai dimaksud. Acara silaturahmi juga ditandai dengan pelepasan 249 orang jemaah calon haji yang tergabung dalam kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) NW oleh Ketua Umum Pimpinan Muslimat NW, Ummi Hj. Siti Rauhun ZAM, S.Ag. (038). Sumber: http://www.suarantb.com/2007/10/22/Politik/xdetil2.htm |
